Ultimate magazine theme for WordPress.

Mbak Rara Pawang Hujan Yang Tiba-Tiba Mendunia

Heboh netizen mengomentari aksi mbak Rara si pawang hujan pada MotoGP Mandalika. Dan sy tentu gak mau ketinggalan. Hehehe

Yang pertama, saya tidak menyalahkan apa yg di lakukan mbak Rara karena itulah kebisaan dan keahlian mbak Rara setidaknya menurut dirinya yg di manfaatkan oleh panitia penyelenggara yg percaya pada kebisaan dan keahliannya. Istilahnya mbak Rara adalah pawang hujan professional yg di bayar dan bisa jadi di bayar lumayan mahal utk itu oleh penyelenggara. Dalam kaidah professional, sah-sah penyelenggara bekerjasama dgn siapapun utk mensukseskan eventnya.

Yang kedua, Saya tidak membenarkan mbak Rara. Tidak membenarkan itu di maksud karena baik mindset dan tata cara bertentangan dgn keyakinan sy sebagai seorang Muslim. Hujan dalam keyakinan sy adalah domain Sunnatullah. Mau hujan turun di mana, intensitas dan debit hujannya berapa, seberapa lama hujan turun, dan lainnya, semua adalah ketentuan Allah. Dalam hal meminta hujan turun dan atau menahan hujan turun, maka mintanya kepada Allah. Kami pun sering membuat event, dan sedikit khawatir akan turun hujan karena akan mengganggu ritme event yg hendak di lakukan, tentu saja satu-satunya yg bisa kami lakukan adalah berpasrah diri dan berdo’a kepada Allah agar kegiatan kami di beri cuaca yg bersahabat. Hasilnya adalah ya kadang hujan, kadang rintik, kadang lebat, kadang di sertai angin, kadang bahkan dgn petir, kadang hanya mendung tapi tak hujan. Klo sudah begitu, kita hanya bisa menerima ketentuan Allah dgn lapang dada, bahwa setiap sesuatu ada hikmahnya.

Yang ketiga, Penyelenggara event MotoGP terlalu lebay. Sudah bertahun-tahun sy nonton gelaran GP, F1 dan lainnya di Tv, yg namanya hujan saat balapan itu hal biasa. Yg namanya balapan di tunda karena track tdk aman utk pembalap itu hal biasa. Yg namanya balapan sambil hujan-hujanan itu hal biasa. Yg namanya pembalap terjatuh atau crash itu hal biasa. Yg namanya cuaca panas itu hal biasa.. Justru itulah seninya balapan yg berseri di seluruh dunia. Seluruh tim dan pembalap harus bisa beradaptasi dgn cuaca yg berbeda di setiap tempat. Jd, maksud sy, biasa-biasa sajalah, gak perlu lebay menyikapi hujan di Mandalika.

Yang ke empat, Tidak ada yg istimewa dari penyelenggaraan MotoGP, karena ini adalah event tahunan yg terus di laksanakan. Kebetulan Indonesia tahun ini mendapatkan jatah sebagai tuan rumah. Kira-kira buat pengganti Sepang Malaysia lah agar MotoGP tetap ada di laksanakan di Asia Tenggara. Tentu saja, kita harus keluar uang yg lumayan banyak utk itu, ya namanya juga event international yg melibatkan banyak pihak. Nah, klo event nya saja hal biasa, maka adanya pawang hujan juga hal biasa. Kan dari dulu, yg namanya pawang hujan di berbagai penjuru dunia dan penjuru Indonesia sangatlah banyak. Dari dulu juga keahlian mereka selalu di manfaatkan oleh penyelenggara event yg percaya dgn kemampuan mereka memodifikasi hujan. Utk yg tak percaya, ya santai-santai saja. Bedanya event lain dgn event kali ini adalah pawangnya di eskpos ke media dgn sangat vulgar. Perannya di perlihatkan nyata dan jelas.. Padahal biasanya mereka bekerja di balik layar, bekerja dgn senyap, mereka di sembunyikan, mereka tak boleh terlihat. So, sy curiga, ini di sengaja utk memunculkan kontroversi utk pengalihan issue.. Bisa jadi toh.. Hehehe

Yang ke Lima, ini Indonesia bung.. Penuh warna.. Ada banyak agama, banyak kepercayaan, banyak bahasa, suku, dan lainnya.. Untukmu agama dan kepercayanmu, untukku agama dan keyakinanku.. Silahkan jungkir balik, Salto-salto bahkan terbang kelangit yg tinggi, tapi jangan sentuh dan senggol kita-kita..

#sudutpandang #pakda #nrdaeng
#pawanghujan #mbakrara #mandalikacircuit #motogp #indonesianmotogp

Komentar
Loading...