Ultimate magazine theme for WordPress.

Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Ayamnya di suruh potong sendiri, jadi alhamdulillah di potong dgn di sebutkan asma Allah Bimillah Allahu Akbar atasnya. Kemudian di masakkan nasi dari panci khusus, di sajikan makanan dgn piring dan peralatan khusus yg di ambilkan dari lemari berbeda yg mereka gunakan sehari-hari. Lalu di tutup dengan sajian kopi dengan gelas baru. Di panggilkan tetangganya yg Muslim untuk melakukan itu semua.

“Setahunmi ini sy tangguki sampai di rumah pak da.. Akhirnya pak da injak rumahku. Senang sekali kami sekeluarga”.

Dan ternyata banyak warga yg menunggu sy dan tim untuk bersilaturrahim ke rumahnya. Dan rata-rata meniatkan klo kami menyinggahi rumah mereka akan di potongkan ayam atau itik.

“Cuma.. Kami takut pak da tdk mau minum kopi dan makan di rmh kami kalo di sajikan, padahal di rmh kami itu sdh di pisah peralatan dapur, lain yg di pake masak klo tamunya Muslim. Nanti memang di ksh keluar klo tamunya orang Islam”.

Hmmm…

“Bukan sy tdk mau singgah ke rumah-rumah warga pak.. Waktunya selalu mepet.. Kami tiba di sini biasanya sdh setengah 4 sore. Sudah di tunggu anak-anak di Masjid sini utk shalat Ashar berjamaah, lanjut belajar bersama. Selesai belajar bersama, kami harus segera jalan kaki ke Masjid di kampung dalam karena sdh di tunggu juga anak-anak utk shalat Maghrib berjama’ah. Lanjut belajar sampai jam 9 nan malam. Sudah itu kami istirahat tidur rame2 di Masjid. Besoknya setelah shalat subuh, anak-anak belajar lagi. Sdh itu mereka senam, games, dll sampai jam 9 pagi. Setelah itu kita bersiap berbagi Beras atau Sembako. Setelah itu kami berjalan kaki kembali ke Mesjid yg di sini, shalat dzhuhur bersama anak-anak, lanjut belajar hingga Ashar. Setelah itu kami harus pulang, keburu malam. Kita tau sendiri, jalanan kesini jelek sekali, klo tdk hati-hati, mobil takkandas-kandas.. Hehehe”.

“Siap pak da, tapi kami benar-benar senang pak da mau singgah di rumah kami dan mau makan dan minum kopi di rumah kami”.

“Siap om… Sy yg berterima kasih karena telah di jamu dgn baik”.

Komentar
Loading...