Ultimate magazine theme for WordPress.

Libur Hari Kejepit Karena Mentalitas Bobrok

LIBUR ALA JEPITAN JEMURAN

Pola libur kejepit itu menyiasati bobroknya mentalitas aparatur Negara. Mestinya aparatur Negara seluruhnya tersinggung dgn kebijakan ini, karena sama saja ingin mengatakan kepada kita semua bahwa seluruh aparatur Negara kita bermental suka tidak masuk kantor karena pencuri hari libur. Padahal yg suka berprilaku begitu hanya segelintir saja.

Klo tanggal merah hari selasa, undur liburnya ke rabu. Kalo tanggal merahnya kamis, majukan liburnya ke Rabu. Agar jepitan di jemuran hilang.

Alasannya menghindari hari kerja kejepit tapi menjadikan kopit sebagai pembenaran. Jgn hindari hari kerja kejepit, tapi tegakkan kedisiplinan dgn tools QPA. Klo mau cara simpel dan efektif ala hitung-hitungan jalanan, pake skoring kedisiplinan dgn konsekwensi yg rendah skoringnya kena pinalti gaji dan tunjangan. Alpa sehari, potong gaji pokok Rp. 250.000,-. Telat setengah hari, potong gaji Rp. 150.000,-. Telat masuk kantor setengah jam, potong gaji pokok Rp. 50.000,-. Yg skoring akumulatifnya setiap bulan rendah, cabut tunjangan ini itu. Skoring akumulatif 6 bulan rendah, kasih peringatan dan pinalti gaji pokok untuk 3 atau 6 bulan kedepan. Yg skoring akumulatif 1 tahun rendah, berhentikan.

Masa iya swasta bisa, pemerintah tdk bisa.. Apalagi aparatur Pemerintah bekerja dan di gaji dari uang pajak rakyat!.

Komentar
Loading...