Ultimate magazine theme for WordPress.

Infaq Bulanan Beda Iuran Bulanan

Iuran Bulanan tidak sama dengan Infaq Bulanan.

Biasanya Iuran bulanan di suatu organisasi berbasis anggota adalah kewajiban. Misal Rp. 10.000,-/bulan. Iuran ini bisa di akumulasi pembayarannya per beberapa bulan atau bahkan setahun sekaligus dgn membayar Rp. 120.000,-. Dan ini lumrah terjadi pada Iuran yg bersifat umum.

Infaq Bulanan bersifat khusus di jalan Allah. Misal kita meniatkan berinfaq Bulanan di lembaga keagaaman Rp. 10.000,-/bulan untuk tujuan dakwah islam. Maka disiplinlah membayarkan Infaq Bulanan kita setiap bulan Rp. 10.000,-/bulan. Namanya sj infaq bulanan, maka sebaiknya tidak di akumulasi dalam beberapa bulan atau akumulasi setahun dalam sekali mengeluarkan infa. Kebiasaan rutin berInfaq bulanan ini di anjurkan sama halnya dgn bersedekah/infaq harian, sedekah/infaq pekanan, sedekah/infaq tahunan.

Selain itu, menetapkan Infaq harian, infaq pekanan, infaq bulanan, infaq tahunan, yg rutin kita lakukan adalah upaya melatih diri untuk istiqamah melakukan 1 kebaikan. Keistiqamaan ini mengikat pada saat diri sibuk atau tidak sibuk, pada saat diri lapang atau sempit, pada saat diri berkelebihan atau berkekurangan.

Kira-kira begini. Bila telah berniat mengeluarkan infaq setiap bulan Rp. 10.000,- maka istiqamahlah mengeluarkannya setiap bulan. Bila di bulan tertentu anda berkelebihan maka lebihkanlah infaq anda di bulan itu. Kelebihannya jangan di hitung utk akumulasi ke bulan berikutnya. Tapi tetaplah berinfaq di bulan-bulan berikutnya minimal Rp. 10.000,- sebagaimana yg anda niatkan sedari awal.

Kaidahnya sederhana.. Kebaikan kecil tapi rutin atau istiqamah di laksanakan jauh lebih baik di banding 1 kebaikan besar tapi hanya sekali atau sesekali di laksanakan.

Dalam kaidah lain, 1 kebaikan harian yg kita lakukan akan menjadi kebaikan kita setiap hari. Bila kebaikan itu dalam bentuk sedekah, maka sedekah itu akan menjaga kita dalam masa seharian. Bila ia pekanan, maka akan menjaga kita dalam masa pekanan. Bila bulanan, maka insyaAllah menjaga kita dalam masa bulanan. Bila tahunan, maka insyaAllah menjaga kita dalam masa tahunan. Maka sebaik-baiknya adalah kita mengambil semua porsi kebaikan itu atau dengan kata lain mengambil kesempurnaannya. Ada yg kita keluarkan harian, ada yg pekanan, ada yg bulanan dan adapula yg tahunan. Soal besarannya bergantung pada kemampuan dan kerelaan masing-masing.

Oh iya, hindari kata repot, lupa, lalai, dan lainnya untuk menjadi alasan melakukan infaq akumulasi. Jangan takut pada kata repot, lupa dan lalai.

Mulailah dan lakukan dgn istiqamah, karena untuk menjadikan 1 kebaikan sebagai 1 Kebiasaan rutin itu perlu latihan dan pembiasaan. Kira-kira seperti pembiasaan makan 3 kali sehari semalam. Anda terbiasa sarapan pagi jam 7, makan siang jam 11, makan makan malam jam 8. Maka ketika anda lalai utk makan di waktu-waktu tersebut, perut langsung mengingatkannya.

Begitu pula pembiasaan infaq dgn menetapkan masa tertentu. InsyaAllah bila waktunya telah tiba, maka iman kita akan mengingatkan kita. InsyaAllah..

Komentar
Loading...