Ultimate magazine theme for WordPress.

Setiap Manusia Bebas Berekspresi

Shalat berjama'ah beratapkan langit di Kampung Berkah Masamba

KEBEBASAN BEREKSPRESI

Shalat berjama’ah beratapkan langit di Kampung Berkah Masamba

Mereka seenaknya memperlakukan dan menghina Rasulullah yang kita muliakan dan junjung tinggi, lalu mereka mengatakan kepada kita untuk tidak boleh marah karena itu adalah kebebasan berekspresi.

Apakah kita boleh melakukan hal yg sama dengan alasan yang sama demi kebebasan berekspresi? Ikutan menghina para tokoh-tokoh yang mereka muliakan dan tinggikan?

Kebebasan berekspresi tentu sah-sah saja, tapi apakah gak harus ada batasan-batasannya sehingga semua boleh seenaknya?

Apakah setiap orang boleh berekspresi apa saja tanpa harus peduli ruang dan waktunya? Tak peduli ruang private atau publik? Tak peduli pagi, siang, sore, tengah malam?

Apakah setiap orang boleh bersetubuh di mana saja dan kapan saja? Secontoh di ruang tunggu bandara atau di tengah-tengah pasar yg sedang rame-ramenya, atau di anjungan pantai losari di ahad sore?

Ini baru satu contoh kebebabasan berekspresi yg sifatnya sangat pribadi yg semua orang berhak melakukannya. Anggaplah meski itu adalah sepasang suami istri yg saling menyayangi dan mencintai dengan sepenuh hati.

Lalu bagaimana bila kebebasan berekspresi itu meyangkut hak orang lain, keyakinan orang lain, keimanan orang lain? Yang kita telah tau bersama bahwa itu sesuatu yg sangat sensitif?!

Perjuangan PRI – Para Relawan Indonesia di Kampung Berkah Masamba

Sebelum catatan ini semakin panjang lebar yg entah akan berujunh di mana sebagai kebebasan sy berekspresi menulis status di medsos, maka sy aka tutup dgn ungkapan berikut :

Bila anda melakukan sesuatu, maka pastikan itu adalah baik dan manfaat. Bila baiknya dan manfaatnya hanya cocok untuk dirimu, maka cukup engkau lakukan secara tertutup, cukup untuk dirimu saja.

Bila baiknya dan manfaatnya cocok untuk orang banyak, maka permaklumkanlah kepada dunia agar bisa di teladani atau engkau menjadi role model untuk itu.

Tapiii.. Tunggu dulu.. Baik dan manfaat menurut kita belum tentu baik dan manfaat menurut orang lain.

Maka, kata kunci terakhir sebelum mengekspresikan sesuatu yg bahkan sekiranya menurut kita baik dan manfaat di hadapan dunia adalah MASLAHAT.

Maka pertimbangkanlah MASLAHAT, karena KEMASLAHATAN adalah puncak-puncak dari semua pencapaian dari ikhtiar manusia, tak terkecuali bahkan agama pun hadir untuk di ikat dan mengikat KEMASLATAN UMMAT MANUSIA.

so, bila ada sesuatu yg tak mengantarkan kita pada Kemaslahatan khususnya terkait urusan banyak orang, maka tinggalkan urusan itu sejauh-jauhnya.

Bijaksanalah dalam berekspresi.

Komentar
Loading...