Ultimate magazine theme for WordPress.

Abdurrahman Bin Auf Dengan 21 Luka dan 2 Giginya Yang Tanggal di Perang Uhud

Abdurrahman bin Auf disebut sebagai salah satu dari sepuluh sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga. Nama lengkapnya Abdurrahman bin Auf bin Abd Auf bin Abd al-Harits bin Zuhroh bin Kilab al-Quraisy al-Zuhri.

Sebelum masuk Islam, namanya adalah Abdul Ka’bah, ada juga yang menyebutkan Abd Amr. Lalu setelah masuk Islam, Nabi Muhammad SAW, mengganti namanya menjadi Abdurrahman.

Dia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW, yang paling kaya dan dermawan. Dalam buku 101 Sahabat Nabi, disebutkan Abdurrahman mendermakan dua ratus uqiyah emas untuk memenuhi kebutuhan logistik pada saat akan perang Tabuk.

Di waktu yang lain, Abdurrahman menyumbangkan separuh hartanya (dua ribu dinar) saat Nabi Muhammad SAW, menyeru kepada umat Islam untuk berinfaq di jalan Allah SWT. Abdurrahman bin Auf juga memberikan santunan kepada veteran perang Badar. Jumlah veteran Badar mencapai seratus orang dan per orangnya mendapatkan santunan empat ratus dinar.

Abdurrahman bin Auf bertugas menjamin kesejahteraan dan kebutuhan keluarga para istri nabi (ummahatul mukminin) setelah Nabi Muhammad SAW, wafat. Termasuk, menjaga keselamatan dan memberikan pengawalan manakala mereka bepergian.

Di samping itu, Abdurrahman bin Auf merupakan seorang prajurit yang tangguh. Dalam beberapa peperangan yang diikuti umat Islam, dia tidak hanya memberikan bantuan materiil tapi juga tenaga. Bahkan, Abdurrahman selalu mengikuti peperangan yang diikuti Nabi Muhammad SAW.

Pada saat perang Uhud, sekujur tubuh Abdurrahman terkena dua puluh satu luka. Dua gigi serinya tanggal dan kakinya pincang terkena sabetan. Sementara pada waktu perang Badar, Abdurrahman berhasil membunuh musuh-musuh Islam, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka’ab at-Taimy.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan nyawanya demi tegaknya panji Islam. Dikutip dari nu.or.id, saat hendak meninggal dunia, Abdurrahman menangis tersedu-sedu ‘meratapi’ harta benda yang dimilikinya.

Dia menyebut Mus’ab bin Umair dan Hamzah bin Abdul Muthalib lebih baik dari dirinya karena mereka berdua meninggal tanpa meninggalkan apapun.

“Sesungguhya aku takut bila aku menjadi orang yang dipercepat kebaikannya di kehidupan dunia. Aku takut ditahan dari sahabat-sahabatku karena banyaknya hartaku,” kata Abdurrahman bin Auf

Komentar
Loading...