Ultimate magazine theme for WordPress.

NAREKKO PURANI RIACCINAUNGI PACCIRING BOLANA TAUWE TEMMAKANI RINAWA-NAWA MAJA

NAREKKO PURANI RIACCINAUNGI PACCIRING BOLANA TAUWE TEMMAKANI RINAWA-NAWA MAJA

Artinya :

Sekiranya kita telah berteduh dibawah rumah seseorang (rumah Bugis = rumah panggung), sudah tidak boleh lagi dibenci (merencanakan atau meniatkan hal buruk kpd nya).

Nur Rajadaeng
Muhammad Nur Rajadaeng

Saudaraku, moyang Bugis kita selalu berpesan, ingatlah selalu Budi baik orang lain, selayaknya “werekkada” di atas.. bahkan utk hanya sekedar berteduh di bawah rumah panggung seseorg saat hujan atau saat matahari terik , apatah lagi misalnya klo kita pernah di jamu makan, minum, atau menjadi tamu di rumahnya.. atau kita pernah seperjalanan atau bahkan seperjuangan merasakan pedih getirnya kehidupan bersama-sama..

So, bila terbersit rasa jengkel hingga benci di hatimu kepada saudaramu karena sesuatu hal, maka segerlah mengalihkannya mengingat-ingat kebaikannya.. sungguh, keburukannya mungkin hanya secuil dr kebaikannya yg telah di lakukannya.. jgn biarkan amarah menyelimuti hati & fikiran, Krn itu kendara syetan laknatullah yg terbaik baginya utk menyesatkan dan membodohi kita utk terus membenci atau berprasangka buruk…

Simpel.. luaskan hati dan fikiran.. berprasangka baik.. klo mau lebih simpel lagi, tanamkan dalam diri suatu prinsip, DEGAGA TAU MAJA SANGADINNA ALEKU, DEGAGA TAU DECENG SANGADINNA TAU LAINGNGE.. !!!

Komentar
Loading...