Ultimate magazine theme for WordPress.

PSBB di Bulan Ramadhan Adalah Konspirasi?

Sejak pertengahan bulan maret 2020 , otak saya mulai bekerja dengan cara mengira-ngira atau menebak-nebak, dengan kecurigaan yang sifanya tingkat tinggi tentang adanya kemungkinan langkah-langkah konspiratif segelintir orang kuat di Negeri ini.

Bahwa Ramadhan kali ini akan di kondisikan sebagai puncak penanganan pandemi Covid-19 dengan pemberlakukan lockdown skala massiv. Saat itu belum ada istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, yg ada hanya sosial distancing dan lockdown yang di suarakan oleh netizen.

Dugaan saya di dorong oleh realitas bahwa kebijakan mencegah penyebaran covid-19 sangat parsial dan seolah di cicil-cicil sedikit demi sedikit. Mulai dari peliburan sekolah selama 14 hari yang tidak di barengi peliburan kantor-kantor dan pabrik, dan lainnya.

14 hari itu kemudian seolah tak berarti apa-apa untuk menekan laju penularan covid-19, akhirnya di tambahkan lagi 14 hari, hingga saat ini.

Otak Konspiratif saya semakin kuat mengira-ngira ketika memasuki awal april, kebijakan pemangku kekuasaan masih tak tegas. WNA masih boleh masuk di pintu-pintu kedatangan baik di bandara maupun pelabuhan. Permohonan PSBB Jakarta di gantung.

Barulah jelang Ramadhan, permohonan PSBB di beberapa daerah khususnya DKI yg menjadi epicentrum zona merah penyebaran covid 19 di Terima oleh pemerintah pusat. Itupun setelah menempuh proses yg sangat panjang yg bahkan di warnai oleh keputusan dua menteri dalam bentuk permen yg saling bertolak belakang.

Dan tibalah kita di bulan Suci Ramadhan, PSBB akhirnya di berlakukan di berbagai wilayah, berbagai moda transportasi angkutan darat, laut dan udara di perketat bahkan di hentikan tepat di awal Ramadhan. Masjid-masjid di gembok, toko-toko ditutup, dan lainnya.

Apakah ini benar-benar konspirasi pengkondisian oleh sekelompok orang yg dengan sengaja menjadikan bulan Ramadhan sebagai titik puncak pencegahan Covid-19? Padahal kan semua langkah taktis bisa di lakukan bahkan jauh hari sebelumnya?

Apakah ini upaya untuk mengkerdilkan ummat ini yg mau tak mau harus dengan sangat terpaksa menjauh dari masjid-masjid? Menjauh dari kebiasaan yg penuh semarak menyambut Ramadhan?

Saya dan anda semua yg Muslim patut memikirkan ini, meski tak boleh menjadikan kita membangun prasangka buruk. Meski beberapa tahun terkahir memang seolah ada upaya utk mengkerdilkan peran Ummat Islam di Negeri ini.

Wallahu a’lam. Fikiran ini hanyalah semacam kegelisahan semata. Bisa benar, bisa salah. Tapi semoga saja salah.

Apapun itu, mari jaga suasana tetap kondusif, ambil peran sebisa kita masing-masing untuk tidak tertular dan menularkan covid-19. Soal kemungkinan adanya konspirasi dari segelintir orang kuat negeri ini yg mengkondisikan pandemi Covid-19 berpuncak di bulan Ramadhan ini adalah sesuatu yg mereka rencanakan, mari lupakan saja!.

Tetap bersuka cita di bulan Ramadhan ini meski dengan berbagai keterbatasan yg ada. Ummat ini InsyaAllah kuat dan akan selalu kuat apapun kondisinya.

Komentar
Loading...