Ultimate magazine theme for WordPress.

Berani MATI Takut LAPAR | Para Relawan Indonesia

Berani MATI Takut LAPAR

Begitulah sering candaan kami sesama member Para Relawan Indonesia saat sedang kelelahan atau kelaparan di medan juang bencana alam dan bencana kemanusiaan. Maksudnya bukan benar-benar tidak takut mati atau kematian, bukan juga benar-benar takut lapar atau kelaparan.

Berani atau tidak takut mati itu berarti siap nekad melakukan segala daya upaya untuk membantu atau menolong sesama. Takut lapar artinya setiap relawan PRI harus kuat secara fisik dan mentalitas serta memiliki cadangan semangat dan energi positif pada dirinya untuk bisa terus berjuang dan bergerak.

 

Seperti lirik pembuka lagu mars PRI “Berjuang bersama, bergerak berbagi, tak kenal lelah, menolong sesama, siang malam, siap siaga, jauh dekat, bukan penghalang”. Kan untuk menjadikan lirik ini benar-benar nancep di hati dan fikiran atau di alam bawah sadar, berarti memang setiap relawan PRI harus memiliki prinsip “Berani mati takut lapar”, atau dengan kata lain “siap nekad berikhtiar maksimal dengan bekal diri yg selalu siap lahir batin”.

Tapi kalau kita ingin ngebahas lebih jauh tentang ” Berani atau tidak takut mati” Maka mestinya memang kita tidak boleh untuk takut mati. Karena setiap kita pasti akan mati. Ada pertanyaan bijak begini, ayoo pilih mana, mati di kasur empuk dengan suasana sejuk ruangan ber AC atau mati di medan juang dengan terik matahari atau dingin malam di menusuk menembus hingga ke pori-pori dan tulang sumsum?!.

Menjawab pertanyaan ini, pasti akan banyak ragam jawaban. Tapi sy meyakini, setiap pejuang akan memilih mati di medan juangnya. Karena medan juang adalah medan jihad. Dan aktifitas kerelawanan selama di jalani dengan sabar ikhlas karena Allah Ta’ala adalah berkategori aktifitas jihad. Jihad dalam menolong sesama. Jihad dalam berfastabiqul khairat. Jihan dalam Kharun-nas anfa’ahum linnas.

Ya, semua kembali ke diri masing-masing. Kita menyandarkan aktifitas kita di dunia kerelawanan kepada siapa. Kepada nama besar diri atau ketenaran atau karena ingin di puji sebagai orang baik, atau menyandarkannya kepada Allah Ta’ala semata karena Tolong menolong adalah perintah Allah dan RasulNya.

So, siapapun dirimu yg mengikrarkan diri sebagai rela-wan atau orang-orang yg dengan penuh keikhlasan menolong orang lain tanpa embel-embel ini dan itu, mari luruskan niat, bersihkan hati, bersihkan fikiran, tuluskan seluruh daya upaya. Lalu maksimalkan ikhtiar dan pastikan setiap apa yg engkau lakukan bernilai kebaikan, kemanfaatan dan kemaslahatan kepada sebanyak dan seluasnya manusia dan makhluk.

Saudaraku, meskipun lebih banyak di jadikan candaan, istilah “berani tapi takut lapar” sesungguhnya memiliki makna yg luar biasa. Ia bukan candaan biasa, ia candaan luar biasa. Lanjutkan.. Hehehe..

Mari saling mendoakan dan saling support, semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga kita semua dengan melimpahkan kekuatan, kesehatan dan keselamatan di medan juang.

Saya NR Daeng, saudara seperjuanganmu. Bila aku mati di medan juang, maka lanjutkan cita perjuangan kita. Bila dirimu mati di medan juang, maka akan kulanjutkan cita perjuangan kita.

TAK BOLEH ADA YANG BERHENTI KECUALI TELAH KEHILANGAN NYAWA!!!

BISMILLAH.. 

ALLAHU AKBAR

Komentar
Loading...