Ultimate magazine theme for WordPress.

Dr. Hisbullah Amin Wakafkan Tanah 4 Hektar Untuk Yayasan Pesantren Alam Indonesia Barru

Dr. Hisbullah Amin dan Prof Dr. Mediaty berfoto bersama dengan kepala KUA Kecamatan Liliriaja Kabupaten Barru sesaat setelah penandatanganan Ikrar wakaf tanah untuk Yayasan Pesantren Alam Indonesia.

WAKAF TANAH UNTUK PESANTREN ALAM INDONESIA

 

Dr. Hisbullah Amin dan Prof Dr. Mediaty berfoto bersama dengan kepala KUA Kecamatan Liliriaja Kabupaten Barru sesaat setelah penandatanganan Ikrar wakaf tanah untuk Yayasan Pesantren Alam Indonesia.

Sekitar 5 tahun lalu, tanah tempat Pesantren Alam dibangun adalah lokasi peristirahatan keluarga dan kolega. Saat itu sdh terbangun rumah atau vila, kandang ternak, kolam renang dan aneka tanaman perkebunan.

Atas saran2 kolega yg pernah datang berlibur bahwa tempat ini sangat baik dijadikan kawasan wisata karena pemandangannya indah, udara sejuk berkabut, ada sungai mengalir, tanahnya subur dan banyak mata air yg muncul di dalam lokasi. Maka kami memutuskan akan mengembangkan area ini menjadi kawasan wisata alam komersial. Sudah adan bank yg siap utk mengucurkan kredit, tinggal menunggu peninjauan lapangan utk vetifikasi.

Suatu saat menjelang senja sambil menatap sunset di laut kejauhan, saya bersama istri, Prof. Mediaty duduk2 di teras vila sambil ngobrol membayangkan hasil dan keuntungan jika tempat ini sdh berdiri banyak vila, resort, spot foto, kolam renang, arena bermain, waterboom dll.
Akhirnya bincang2 kami berdua sampailah pd suatu pertanyaan: Jika kita berdua atau salah satunya masih hidup mungkin kita bisa mengawasi dan mengarahkan area wisata ini ke arah yg positif. Tapi bagaimana jika setelah lama kita meninggal ternyata kawasan ini jadi tempat MAKSIAT wah bagaimana ??? Bisa2 kita berdua dapat dosa jariah ??? Karena petanyaan bagaimana ini tdk bisa terjawab maka rencana membangun kawasan wisata menjadi batal dan pegawai bank bagian kredit tdk jadi datang.
Saya sdh tdk tahu persis kapan HIDAYAH itu datang, karena pd saat yg bersamaan ada anak saya yg mau masuk Pesantren dan saya bilang kalau Nak Iklhas serius masuk Pesantren maka Bapak akan berusaha bikinkan kamu Pesantren. Terus terang ketika saya bilang “Akan bikinkan kamu Pesantren” itu cuma kata2 spontan, tdk serius karena ketika itu dunia kepesantrenan masih jauh dari saya. Mungkin ketika saya berucap, ada malaikat yg lewat dan meng aminkan ceplisan kami, entahlah.
Singkat cerita kami mulai dgn membangun Rumah Tahfidz dgn memondokkan sekitar 20an anak dari kampung sekitar. Lama kelamaan jumlah santri semakin bertambah akhirnya menjadi banyak demikian juga fasilitas terbangun sedikit demi sedikit, sampai akhirnya kami mendeklarasikan berdirinya PESANTREN ALAM INDONESIA.
Bagaimana dgn cerita wisata tadi ??, inilah kuasanya Allah, keputusan tdk melanjutkan membangun kawasan wisata ternyata tdk demikian. Wisata Alam tetap ada malah semakin berkembang karena pengunjung semakin betambah, ratusan tamu tdk putus tiap pekan datang menginap. Alhamdulillah aktifitas wisata tetap berlanjut dgn nama KAWASAN WISATA PESANTREN ALAM INDONESIA

Bagaimana dgn status tanahnya ???. Terus terang saya dan istri sangat menyukai tempat ini. Luasnya sekitar 4 hektar, di dalamnya sdh tumbuh aneka tanamah yg buahnya masya Allah sangat subur, sudah pula berdiri banyak bangunan diantaranya 15 kamar penginapan, aula, lapangan futsal, 3 kolam renang, 2 kolam ikan, arena memanah, puluhan gazebo, arena bermain anak, restoran, masjid, kuda, kambing dan masih banyak lagi. Di tempat inilah kami berdua renca utk ti⁸nggal ketika pensiun nanti, menikmati hari tua, beristirahat memetik hasil kerja selama bertahun2. Namun Qadarullah akhirnya kawasan yg indah ini DIWAKAFKAN utk Pesantren Alam, kepemilikan pribadi akan berubah menjadi milik Yayasan atau Pesantren Alam.

Ini tdk bermaksud riya’ atau pamer, tapi ini demi Syiar agar perjalanan hidup saya, istri dan keluarga kiranya bisa menjadi inspirasi atau pembelajaran buat generasi muda. Ini juga nenjadi semacam permakluman bahwa Pesantren Alam Indonesia bukanlah milik pribadi, tapi milik Yayasan atau milik umat.

Pesannya adalah bahwa saya menyadari dan juga meyakini bahwa inilah aset saya diantara aset2 lainnya yg akan saya bawa mati. Aset lain yg kami berdua kumpul akan tinggal menjadi milik anak2 turunan dan seterusnya. Tapi aset yg kami wakafkan ini, sementara kami titip utk dikelola dan dikembangkan oleh para penghafal Al Qur’an, Insya Allah akan bertambah lalu berkembang sehingga nanti ketika di akhirat dgn izin Allah berkat Maha Rahim dan RahmanNya semoga dikembalikan dgn jumlah dan nilai yg berlipat … Aamiin … Aamiin yaa Allah … Somaga juga dgn postingan ini ada yg baca, lalu tergerak hatinya utk berwakaf .. maka ikhtiar saya ini akan mendapat pahala yg berantai …

Semoga langkah kami, juga postingan ini menjadi wasilah terbukanya secara terus menerus pintu hidayah buat kami dan buat semua yg baca postinfan ini, semoga Allah senatiasa menjaga hati kita utk senatiasa Ikhlas, dan mensyukuri segala nikmatnya ..Aamiin yaa Rabbal Aalamiin

Dr. Hisbullah Amin
Prof. Mediaty Muhammad

Pengasuh Pesanten Alam Indonesia

  • Silahkan di SHARE !!!
Komentar
Loading...