Ultimate magazine theme for WordPress.

Mata, Telinga, Terhina, Malu

Member Para Relawan Indonesia Sulawesi Tengah.

 

Member Para Relawan Indonesia Sulawesi Tengah.

Jebakan manusia adalah mata, telinga, perasa dan perangkat indera lainnya. Akhirnya cenderung menilai pekerjaan yg penghasilannya kecil adalah sesuatu yg rendahan dan hina meski di lakukan dgn sangat jujur dan amanah. Sementara pekerjaan yg penghasilannya besar di anggap sesuatu yg penuh kemuliaan da kehormatan meski bisa jadi pencapaian itu di lakukan dgn cara kotor atau corrupt.

Ini seirama dgn cara kita memperlakukan sesama.. Kita akan cenderung memilih bergaul dgn mereka yg berharta banyak, memuji-muji mereka, bahkan dgn bangga memamerkan foto-foto kebersamaan. Sementara mereka yg tak berharta cenderung akan kita pandang sebelah mata seolah mereka hanya pelengkap semata dalam kehidupan kita, bahkan sebagian org menjadikannya serupa benalu.

Hari-hari ini kita di pertontonkan dgn dengan banyaknya hinaan dan sikap nyinyir di medsos tentang adanya seorang mantan Capres yg menjadi menteri (sekiranya jadi di lantik). Dan anehnya cacian dan nyinyiran itu kebanyakn dilakukan oleh para pemilihnya saat kontestasi Pilpres.

Rata-rata menilai bahwa dgn menjadinya sang mantan Capres sebagai Menteri adalah suatu kehinaan dan ketidak pantasan. Mereka seolah gak rela bahwa sosok yg di pilihnya rela merendahkan diri di hadapan mantan kompetitornya.

Hei, tdk kah antum tau bahwa org yg rela merendahlan dirinya di hadapan ratusan juta rakyat demi kebaikan bangsanya adalah berkategori org hebat dan besar. Bukankah itu menjadi pertanda bahwa org tersebut adalah org yg melepaskan diri dari prasangka dan ekspektasi indrawi manusia.. Orang itu makhluk langka.. Ia tdk malu dgn negaranya, demi rakyat yg di cintainya.. Ia sama tdk malunya dgn seorang polisi jujur yg rela jadi pemulung bersama anaknya demi mendapatkan hasil tambahan utk menghidupi kebutuhan hidup keluarganya.. Ia sama tak malunya dgn seorang Menteri Keuangan di masa lalu yg bahkan hingga akhir hayatnya tak memiliki rumah.. Ia sama tak malunya dgn mantan Jaksa Agung alm. Baharuddin Lopa yg tinggal di rmh kecil dgn atap yg bocor-bocor. Ia sama tak malunya dgn seorang mantan pengusaha dgn omset bulanan milyaran rupiah yg kemudian beralih profesi sebagai tukang ojek online…

Bila banyak org istimewa yg tak malu bekerja demi penghidupan keluarganya, lalu bagaimana engkau menyinyiri dan menghina org yg merendahkan dirinya dgn jabatan menteri yg menurut dirimu adalah jabatan rendah baginya, sementara ia melakukannya demi rakyat dan bangsanya.. ?!

 

***

Nur Rajadaeng

Komentar
Loading...