Ultimate magazine theme for WordPress.

KEMANA PARA PENGUNGSI WAMENA ITU? APA YANG BISA KITA BANTU?

Dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV saat bertugas sebagai relawan kemanusiaan di Wamena Papua. 30/09/2019.

KEMANA PARA PENGUNGSI ITU ?
APA YANG BISA KITA BANTU ?

Eksodus pengungsi Wamena di Bandara Timika.

Diperkirakan sudah lebih 6000 orang yang sudah meninggalkan Wamena, bahkan dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos menyatakan lebih dari 11.000 orang.

Mari kita mengikuti rutenya.
Sejak hari kerusuhan senin tanggal 23 september 2019, ribuan dari mereka berkumpul di lebih dari 10 titik di Wamena yaitu Kodim 170/Jaya Wijaya 3.120 org, Polres Jaya Wijaya 800 org, Subdenpom 150 orang, Koramil Kota Wamena 300 orang, Kantor DPRD 150 orang, Gereja Betlehem 250 0rang, Yonif 756 WMS 200 orang, Gereja Efata Wamena 183 org, Masjid LDII Wamena 227 orang, Gereja El Shaday Wamena 240, Gedung Ukhumiarek Asso Wamena 225 orang, dan lain-lain tersebar di beberapa titik lebih dari  1000 orang.

Distribusi bantuan oleh Para Relawan Indonesia di Camp Pengungsian di Sentani Jayapura

Selanjutnya secara bertahap mereka diangkut via Pesawar Hercules TNI AU ke Sentani dan Timika, sebagian kecil secara mandiri menggunakan  pesawat kargo dan pesawat komersial setelah penerbangan komersil dari dan ke Wamena dibuka pasca tragedi. Sesampai di Jayapura, sebagian besar mereka ditampung sementara di Sentani yaitu di Lanud, Yonif 751, Rindam, Masji Al Aqsha, serta beberapa paguyuban daerah dan kerukunan daerah.

Selanjutnya dari Bandara Sentani diterbangkan via pesawat Hercules ke Biak, Merauke, Makassar, Surabaya, Malang dan Jakarta. Yang punya sisa uang akan terbang menggunakan maskapai komersial ke berbagai daerah.

Pengungsi yg diangkut oleh pesawat Hercules biasanya tdk bisa membawa banyak barang kecuali yg bisa ditenteng bahkan banyak yg hanya dengan pakaian melekat di badan. Sedangkan yg memakai pesawat komersial membawa barang bawaan sesuai kemampuan, yg selanjutnya banyak menimbulkan masalah karena maskapai yg tidak gratis bagasi, sehingga banyak diantara mereka kehabisan ongkos di tengah jalan, seperti beberap eksodus pengungsi yang ditolong oleh Para Relawan Indonesia.

Apa yg bisa kita bantu?

Jika di Wamena nampaknya tdk banyak lagi pengungsi di tempat penampungan, pun juga umumnya kebutuhan logistic mereka telah terpenuhi oleh bantuan aparat dan warga masyarakat setempat. Begitu juga masalah angkutan ke luar dari Wamena ke Sentani dan Timika sudah ditangani dengan baik oleh TNI sepanjang mau antri sesuai daftar tunggu.

Pengungsi yang pingsan karena trauma dan kelelahan yang di inapkan di rumah singgah Para Relawan Indonesia di Makassar.

Saat ini, Jumlah pengungsi yang ada di Penampungan resmi di Sentani diperkirakan tidak lebih dari 1000 orang, selebihnya di jemput oleh keluarganya di sekitar Jayapura atau paguyuban daerah asal yang secara urunan memenuhi kebutuhan logistic dan penampungan.

Lalu apa yg bisa dilakukan Relawan ?

Beberapa hal yang bisa dilakukan relawan di antaranya adalah  membantu pengadaan logistic dan layanan medis  di penampungan resmi (Linud, Yonif, Rindam, Al Aqsha, Beberapa paguyuban, bandara).

Yang sulit di kordinasi dan didata adalah ribuan pengungsi yang berada di luar penampungan resmi.

Sebagian besar eksodus pengungsi saat sedang menunggu antrian pemberangkatan via hercules atau Kapal laut (Pelni). Kabarnya pemerintah daerah atau kumpulan paguyuban akan mencarter Pelni.

Tapi ada juga sebagian dari mereka merasa tdk nyaman atau tdk mau memberatkan tempat penampungan sementaranya lalu nekat memakai pesawat komersil dan akhirnya terlantar di jalan karena kehabisan tiket untuk melanjutkan perjalanan, ada juga tertahan di Makassar karena tdk punya uang utk bayar bagasi.

Nah, para relawan yg peduli silakan melihat rute-rute tersebut, yaitu di Biak, Merauke, Timika, Makassar, siapa tahu ada para pengungsi yang terlantar yg perlu bantuan, mari kita bantu untuk menampung sementara, bantu belikan makanan, mencarikan tiket, mengurusi bagasi agar dapat keringanan dari maskapai atau membantu memfasilitasi pengiriman lewat kargo. Pada hari ini dan kemarin sdh beberapa pengungsi Wamena yg ditolong dan ditampung sementara oleh teman relawan di Timika dan di Makassar, yg ingin partisipasi silahkan menghubungi member PRI di hotline 082344880088.

Kepada Pemda yg sdh berjanji akan membantu pemulangan diharapkan segara memastikan komitmennya agar para pengungsi ini ada pegangan dan tdk terlantar di perjalanan.

Singkatnya, ribuan saudara-saudara kita tersebar di Timika dan Sentani Jayapura baik di penampungan resmi maupun yg tersebar di rumah-rumah keluarga, ada juga yg sedang menempuh perjalanan panjang dan transit di kota-kota kita.  Mereka menunggu uluran tangan kita semua.

Dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV saat bertugas sebagai relawan kemanusiaan di Wamena Papua. 30/09/2019.

Penulis :

Dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV

Ketua Dewan Pembina / Pengawas Para Relawan Indonesia.

Komentar
Loading...