Ultimate magazine theme for WordPress.

KASIH IBU || Sepenggal Kisah Mengharukan Dari Perut Pesawat Hercules Wamena ke Jayapura

Sepenggal Kisah Mengharukan Dari Perut Pesawat Hercules Wamena Ke Papua.

(Dok. Istimewa) Suasana eksodus pengungsi di dalam pesawat Hercules TNI AU dalam perjalanan Wamena ke Jayapura.

 

Kasih ibu kepada beta…
Tak terhingga sepanjang masa.. 

Hanya memberi tak harap kembali..
Bagai sang surya menyinari dunia…

(Dok. Istimewa) Suasana eksodus pengungsi di dalam perut pesawat Hercules TNI AU dalam perjalanan Wamena ke Jayapura,

Itulah lagu “Kasih Ibu kepada beta” yg terus kusenandungkan sambil terus mengusap air mata yg tak kuasa kubendung yg terus meleleh di pipiku melihat ibu anak persis disampingku … pelan2 kurogoh kantong menyalakan HP lalu mengambil foto ini. Ibu2 hebat ini yg terus mendekap anak2nya sepanjang jalan, Yah inilah potret ibu dan anak pengungsi Wamena yg terus berdekapan selama perjalanan di dalam pesawat Hercules yg terbang dari Wamena ke Sentani.

15 menit lepas landas mereka semua langsung pulas padahal suasana di dalam pesawat Hercules saat itu hiruk pikuk oleh sesaknya penumpang yang duduk melantai, panas, pengap, aroma tdk sedap seakan tidak ada artinya, tidak lagi mereka hiraukan, hati mereka plong. Bisa berada di Perut Hercules merupakan sesuatu yg sangat mewah bagi mereka, impian yg sdh dinanti, karena sudah 10 hari mengantri ketakutan di penampungan pengungsian menunggu evakuasi keluar dari Wamena.

Apakah pelarian ini akan berakhir ??? belum. Saya tdk tahu kemana tujuan anak ibu ini karena tdk sempat bertanya.

Mari kita sejenak membayangkan bagaimana perjalanan para pengungsi ini. Ketika terjadi penyerangan oleh kaum penyerang, mereka semua lari berhamburan tunggang langgang panik ketakutan melarikan diri, Ibu2 dgn sekuat tenaga berlari sambil menggendong si bungsu lalu tangan juga memegang si kecil lainnya. Mereka tdk sempat membawa apa2 kecuali pakaian yg melekat di badan. Sementara mereka aman di kantor2 yg disulap jadi pusat penampungan dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Jika kejadian senin tgl 23 september sementara mereka baru terangkut tgl 1 oktober, berati selama 8 hari mereka tidur berdekapan tanpa selimut dgn makanan seadanya. Entahlah apakah mereka sempat mandi atau ganti pakaian karena fasilitas MCK belum sempat dibangun dan tdk memungkinkan mereka ke rumah mengambil pakaian pengganti karena situasi keamanan yg mencekam atau mungkin juga rumah mereka sdh habis dibakar.

Apakah si adek ini akan terus mendekap ibunya ???. Iya masih, perjalanan mereka masih panjang. Ibu dan anak ini akan tinggal lagi di Pengungsian di Sentani, tetapi dari segi keamanan sudah jauh lebih aman dari pada ketika mereka masih di Wamena.

Berapa lama lagi mereka akan tinggal di pengungsian ??? entahlah. Bagaimana nasib mereka selanjutnya tergantung apakah mereka punya uang atau tidak. Jika mereka punya uang atau dikirimkan uang oleh keluarganya di kampung, maka bisa beli tiket utk pulang . Jika tidak, maka antrian lagi menunggu diangkut sama Hercules, atau menuggu diangkut sama kapal laut Pelni.

Sebagai tambahan informasi bahwa mereka ini tdk bawa kopor pakaian kecuali sekantong plastic entah apa isinya. Jadi … selain butuh makan, mereka juga butuh pakaian, susu bayi, popok pempers, pembalut, sikat gigi, odol, sabun mandi dll.

Maaf ya ibu, adek2 semua fotonya saya posting di medsos, tdk ada maksud lain selain agar ini menjadi inspirasi buat kita semua agar selalu berbakti kepada orang tua, karena kita semua sdh menyaksikan betapa ibu adalah segalanya, melindungi kita, menyayangi kita dalam keadaan apapun..

Kasih Ibu kepada beta … tak terhingga sepanjang masa.. hanya memberi.. Tak harap kembali.. Bagai sang surya menerangi dunia..

Aduh maaf … saya harus berenti sejenak menulis … air mata ini … aduh .. yaa Allah .. Astaghfirullah ….

Saya berharap postingan ini menjadi informasi bahwa ratusan bahkan mungkin ribuan ibu anak yg terus berdekapan memohon perlindungan, menanti uluran tangan bantuan saudara2nya se Nusantara. Sebagian dari mereka sudah dalam perjalanan, banyak yg transit di kota anda di bandara atau pelabuhan laut, jangan biarkan mereka terlantar tidak terurus.

Bagi saudara2 semua yg menemukan mereka di manapun kota transit, Sentani, Merauke, Timika, Biak, Makassar, Surabaya, Jakarta, tolonglah mereka…kebutuhan mereka di saat transit : makanan saat mereka tiba/menunggu jadwal penerbangan, berikutnya, biaya bagasi, akomodasi dll..

Bapak, Ibu Sahabat, yg punya akses ke pejabat di maskapai, kargo, perhubungan kapal, rumah makan, mess tolong dibantu …. fasilitasi mereka agar mereka bisa kumpul lagi dgn keluarganya.
Semoga Allah yg maha pengasih dan Maha penyayang melidungi mereka dalam perjalan panjangnya, Selamat sampai di Kampung Halaman.. Aamiin

Dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV

***
NB: yg ingin partisipasi utk memfasilitasi para pengungsi yg transit silakan hubungi Para Relawan Indonesia

Rek An. Nur Khaeraty (Bendahara Umum Para Relawan Indonesia)

BNI Syariah (427) 0360946467
BNI (009) 2018221110
Mandiri 1740001728260
BCA 3900523008

Tambahkan angka 22 di nominal akhir donasi, Contoh : Rp.100.022, –

Konfirmasi Ke WA :
0823-4488-0088
0852-4022-0022

SHARE !!!!
Bantu Viralkan

Komentar
Loading...