Ultimate magazine theme for WordPress.

Pray For Indonesia

#PrayForIndonesia

Ada video Ambulance di cegat dan di tembak, ada juga pendemo tak berdaya sendirian di keroyok, di pukuli, di tendang, di injak. Desing peluru dan asap gas air mata serta semburan air deras menghujam.

Pertontonan yg begini menyebabkan anti pati semakin membesar, kebencian membuncah, cacian mengalir antar sesama anak bangsa. Publik khususnya medsos ramai antara yang mendukung dan yang menolak. Yang 1 berkata “lanjutkan, hajar pak” yang 1 nya lagi lagi berkata “biadap, kalian bukan manusia”.

Bahkan untuk pertama kali dalam sejarah para pelajar STM ikut berdemonstrasi dan bentrok dengan aparat keamanan.

Sampai kapan bangsa kita akan begini.. Sampai bangsa ini tercabik-cabik kah? Sampai bangsa ini tercerai berai kah? Sampai kita harus saling serang dan bunuh kah?

Jawabannya ada di diri kita masing-masing. Untuk penguasa, bijaklah dalam mengambil keputusan, utamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan kekuasaan. Untuk aparat, bijaklah dalam menghadapi saudaramu sesama anak bangsa, taatlah pada protap penanganan setiap peristiwa, jaga nama baik institusi dan negara. Untuk pendemo, bijaklah dgn tidak merusak, jgn mau di provokasi dan terprovokasi, jgn mau semangat perjuanganmu yg jernih di tunggangi oleh murka. Untuk netizen termasuk saya, bijaklah dalam berbagi berita, dalam berkomentar, hindari hoax, ujaran kebencian dan hasutan, jadilah penyeru pada kebaikan, kemanfaatan dan kemaslahatan.

Potret kekerasan oleh aparat kepada para Demonstran.

Mari Rawat kebhinnekaan dan persatuan dan kesatuan kita. Kita boleh berbeda sikap, pendapat dan pandangan, tapi jadikan itu rahmat dan berkah utk kebesaran bangsa dan negara. Junjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan dan kejujuran.

Jadikan persatuan dan kemanusiaan di atas segalanya. Jadilah manusia yg pintar merasakan sakit bila di cubit, agar tak suka mencubit orang lain karena tau klo di cubit itu sakit.

Saudaraku, apapun amanah yg ada di pundakmu hari ini, tunaikanlah dengan sebaik-baiknya. Bila masih kuat, mampu dan sanggup, maka lanjutkan dgn sepenuh hati. Bila sudah lelah dan tak sanggup, maka lambaikan tangan, mundurlah dan serahkan amanah itu kepada yg lebih layak, pantas sanggup.

Setiap amanah akan di pertanggung jawabkan dunia dan akhirat. Tidak sepenggal-sepenggal, tapi seluruhnya. Setiap detilnya akan di kuliti satu persatu. Dan sungguh, sanksi sosial di dunia adalah bencana bagi manusia dan siksa neraka di akhirat itu sungguh sangat pedih..

Salam Damai dari bukit Poi Popa KBP.

Komentar
Loading...