Ultimate magazine theme for WordPress.

Tragedi Wamena ; EVAKUASI BUKAN SOLUSI TERBAIK.

Situasi terkini pengungsi yg ada di Wamena masih simpang siur. Pernyataan resmi dari otoritas tentang apa sebenarnya yg terjadi masih ditunggu2. Kabar dari warga di Wamena via telpon mereka masih diliputi perasaan takut sehubungan dgn adanya issue gelombang serangan susulan yg lebih besar. Masalah logistik juga sudah mulai dikeluhkan katanya persediaan sudah mulai menipis karena suplai satu2nya hanya berasal dari aparat yg didatangkan dari Jayapura memakai pesawat Hercules.

Warga yg tinggal di Pengungsian Wamena umumnya minta dievakuasi ketempat yg lebih aman. Masalahnya adalah jumlah mereka tdk sedikit, ribuan. Jalur evakuasi satu2nya hanya udara, tdk ada kemungkinan lewat darat. Nah kemampuan aparat utk mengangkut mereka juga terbatas, daya angkut Hercules tentu juga tdk banyak.

Lokasi penampungan sementara di Sentani atau tempat lainnya nampaknya belum siap. Belum ada lokasi penampungan yg ditentukan oleh pemda setempat. Belum nampak tenda penampungan oleh BNPB atau instansi lainnya. Adanya spot pengungsian di aula yg dikelola di lanud, yonif 571 dan rindam itu adalah atas inisiatif mereka sendiri utk menampung.

Nah bagaimana dgn pengungsi yg di Wamena ?? Pendapat saya MEREKA TETAP DI SANA, tdk usah keluar dari Wamena. Sebenarnya mereka juga tdk rela meninggalkan kampung halamannya, sebagian besar dari mereka lahir di Wamena, mereka juga merasa bahwa mereka adalah orang Wamena juga, tdk seorang pun yg berhak mengusir mereka. Bagaimana solusinya ??? Perkuat pengamanan bagaimanapun caranya, kita tdk boleh takut apalagi tunduk pada intimidasi orang2 yg tdk bertanggungjawab. Inilah tugas aparat, ini tanggung jawab mereka, kredibilitas pengelola keamanan yg dipertaruhkan, tdk bisa atau tdk sanggup berarti gagal.

EVAKUASI Keluar Wamena tdk menyelesaikan masalah, tetapi hanya MEMINDAHKAN MASALAH.
Konkritnya bagaimana ??? BUKA AKSES KE WAMENA. Kita perkuat keamanan bersama2. Berikan kesempatan kpd kami Para Relawan utk membantu saudara2 kami di sana, kasi ruang yg cukup kepada Pemda utk ikut men support warganya yg ada diperantauan. Saudara2 senusantara siap membantu saudara2nya yg ada di Wamena. Relawan rescue Bantu evakuasi, medis bantu kesehatan, sosial bantu logistik, agama bantu pemulihan mental dan setetusnya. Banyak sekali relawan yg siap bergerak.

Faktanya sekarang adalah Akses ke Wamena tertutup utk selain militer. Pejabat setingkat gubernur pun susah utk masuk ke Wamena. Para pejabat itu berada pd tekanan warga, mengapa para gubernur belum datang menjenguk warganya di Wamena utk memastikan mereka aman, mereka tdk terancam kelaparan.

7 hari Pasca penyerangan warga, Gubernur pun susah masuk apalagi kami yg cuma krucu2 relawan ????.

Tinggal lah kami para Relawan cuma bisa berkeliaran di Sentani sambil memonitor pengungsi Wamena yg eksodus ke Sentani yg jumlahnya tdk seberapa.

Harapan kami jelas !!! Berikan akses kpd relawan, LSM, pekerja kemanusiaan dll utk membantu saudara2nya yg ada di Wamena. Kami sdh siap dgn segala resiko. Buktikan bahwa Wamena kondusif terkendali, buktikan bahwa tdk ada satupun wilayah di NKRI yg terisolasi.

Dr. Hisbullah Amin
Relawan medis
Ketua Dewan Pembina Para Relawan Indonesia – The Volunteers Of Indonesia.

Jayapura, 30 September 2019

Komentar
Loading...