Ultimate magazine theme for WordPress.

BUMBU MASAK ; Catatan dr. Hisbullah Amin, Ketua Dewan Pembina PRI Dari Lokasi Banjir Konawe

BUTUH BUMBU MASAK

Catatan Ketua Dewan Pembina PRI dr. Hisbullah Amin, SpAn.KIC.KAKV dari Lokasi Banjir Kab. Konawe dan Konawe Utara.

IMG-20190620-WA0064

Kemarin hari selasa 18/06/2019, kami Para Relawan Indonesia bergerak mendistribusikan logistik utk korban banjir Konawe. Ketika melintasi jembatan di Kecamatan Pondidaha, kami melihat beberapa perahu kecil yg biasa disebut katinting melintas melintas di bawah jembatan yg berarus sangat deras dgn membawa barang sembako.

Kami pinggirkan mobil utk bertanya ttg aktivitas warga tsb. Ternyata itu adalah angkutan yg sementara ini dipakai warga yang terisolir oleh banjir utk belanja dan mengangkut kebutuhan pokok sehari2.

Kami berfikir bagaimana kalau barang bawaan kami di mobil di didistribusikan saja ke daerah terisolir tsb, daerah yg akan kita kunjungi hari ini bisa kita tunda besok sambil menunggu air surut karena masih banyak genangan sepanjang jalan Kendari-Kolaka yg menghambat perjalanan karena harus antri dan resiko mobil terendam air dan arus deras.

Setelah konfirmasi dgn teman relawan yg sdh pernah ke daerah terisolir tsb dan informasi dari warga setempat, kami memutuskan menyeberang dgn Katinting (perahu kayu kecil bermesin tempel 5 – 15 PK).

Setelah di tawar-tawar harga 1 katinting PP 200.000. Wah mahal juga yah ??? karena utk mengangkut logistik ini dan para Relawan tentunya tdk cukup dgn hanya 1 perahu kecil tsb. Masalahnya kami tdk dibekali dgn ongkos angkut. Cek di dompet masing-masing relawan ternyata tdk cukup. Cari ATM, ketemu ATM mini, untung masih ada uang kas di brankas dan saldo di ATM ku …heheheh … malu lapor ke koordinator atau bendahara karena kami tahu dana di bendahara juga tinggal saldo minimal … btw … ayo bantu dong gaesss .. hehehe …

Singkat cerita kami naik katinting membawa logistik, sembako hasil pengumpulan donasi para Relawan Indonesia. Diantara rombongan ada dua akhwat yg saya tdk tahu persis apakah mereka bisa berenang atau tdk … lupa menanyakan … kedalaman sungai tdk usah di tanya, karena di daratan nya saja ada pohon sawit yg hanya kelihatan ujungnya …

Sampai ke tengah semakin dumba2, air deras, mulai tampak deretan rumah yg kelihatan tinggal atapnya. Makin ke tengah makin banyak atap rumah yg bertebaran. Masya Allah ternyata banjir ini lebih dahsyat dari yg saya bayangkan. Tdk kurang dari 10 desa tenggelam, sudah lebih 10 hari bahkan sebagian dari mereka tdk sempat berlebaran.

Akhirnya sampailah kami pd satu tempat semacam pulau, dimana di situ berkumpul sekitar 4 desa. Warga di situ tdk bisa ke mana2 karena terkepung banjir. ada dua mobil dan beberapa motor tapi hanya mutar2 di jalan kurang lebih 1 km.

Bagaimana mereka bisa makan ? Yah mereka mendirikan dapur umum secara mandiri yg dikoordinasikan oleh mading2 kepala desa. Bahan sembakonya dari pemerintah dan dari para Relawan. Berapa lama mereka terendam banjir ? Menurut kepala desa bisa 1 bulan, ini berdasarkan banjir 6 tahun lalu. Yah praktis aktivitas ekonomi warga terhenti, tdk ada yg bisa bertani karena ratusan hektar sawah mereka masih terendam sampai sekarang.

Ke mana semua warganya ? Sebagian mengungsi ke kerabat nya di desa sebelah, sebagian cari pekerjaan sebagai buruh harian di Kendari, sebagian lagi hanya bisa duduk2 termangu menunggu air surut.

Ketika kami menyerahkan bantuan, kami menyerahkan juga secarik kertas kpd seorang warga utk diisi kira2 apa kebutuhan mereka yg paling mendesak.

IMG-20190620-WA0050

Di perjalanan kami buka kertas itu ternyata di situ tertulis BUMBU MASAK . Miris juga membacanya, ternyata masalah rasa tdk bisa ditawar2, meskipun di dapur umum bencana, RASA pun tetap harus diperhatikan.

Yah pengalaman di dapur umum biasanya menu yg terus berulang nasi-mie instan, laksa, sekali2 telur dibelah sekian … dst ..

Akhirnya kesimpulannya …. saudara2 kita di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara masih membutuhkan bantuan kita semua …

Ayo berdonasi… Salurkan donasi anda pada lembaga yg terpercaya.

dr. Hisbullah Amin
Pembina Para Relawan Indonesia

Komentar
Loading...