Ultimate magazine theme for WordPress.

Mahasiswa, Dimana Engkau ?

Jujur, saya merindukan ini..

“Ketika mulut telah di bungkam, pena telah di patahkan, maka jalanan adalah jawabannya. Mundur bahkan diam adalah simbol penghianatan”.

IMG-20180912-WA0011

Bertahun lalu, begitu sering saya mendengarkan kalimat pembakar semangat ini di ucapkan dgn lantang oleh senior-senior saya saat berorasi di mobil komando. Ya, mereka adalah senior-senior terbaik yg menjejali otak dan fikiran saya tentang generasi muda yg anti kemapanan, generasi muda yg perkataan dan tindak tanduknya di ikat oleh satu kata sakral nan suci IDEALISME.

Mahasiswa adalah masa dimana setiap diri dgn merdeka mengungkapkan INDEPENDENSI kejuangannya. Tiada rasa takut di dada, tiada rasa gentar di setiap langkah, tiada rasa terintimidasi meski oleh laras dan popor senjata. Mahasiswa adalah ibarat manusia suci yg tak punya dosa masa lalu, blum punya kesalahan pada masa depan. Karenanya Mahasiswa adalah para penantang pemangku kekuasaan yg tak berpihak kepada rakyat.

Mahasiwa adalah yg saban hari duduk di bangku kuliah dengan seksama belajar tentang ilmu pengetahuan, tp sekaligus saban waktu gelisah melihat kondisi realitas yg ada di sekitarnya. Bila ada Mahasiswa yg tak gelisah melihat tingginya harga-harga, kurangnya lapangan pekerjaan, melubernya pekerja asing, SDA bangsa di rampok, kondisi perekonomian negara yg amburadul, dan berbagai kondisi yg bertentangan dgn Idealismenya, maka sebaiknya pulang kampung saja jadi petani, petambak, buruh, pekerja, pelaut, pengojek, atau bahkan pengangguran. Itu lebih baik daripada menjadi Mahasiswa yg kehilangan Idealisme.

Terus terang, sy merindu masa di mana sy menjadi Mahasiswa.. Ahh, sekiranya bisa kembali ke jalanan maka saya akan kembali menenteng mega phone atau berdiri tegak di mobil komando, mengepalkan tangan nan tinggi menggelorakan semangat perjuangan.. Tak peduli terik, tak peduli hujan, tak peduli debu, tak peduli ada duit atau tidak utk sekedar beli indomie, tak peduli ada kiriman dr kampung atau tidak, tak peduli ancaman DO dan sanksi, tak peduli ancaman penangkapan, tak peduli gas air mata, tak peduli siapapun kecuali kepada mereka yg siap berjuang!

Kini, hanya bisa berjuang di medan lain, medan pengabdian dunia nyata.. Tapi dgn IDEALISME yang masih sama. Keluar masuk kampung, naik turun gunung, menjelajahi lorong-lorong sempit, utk membantu saudara kita sebangsa yg membutuhkan fasilitas pendidikan yg lebih baik. Saban hari berkumpul dgn para pejuang pengusaha muda se Indonesia demi 1 tekat, bangkitnya perekonomian Ummat dan rakyat, inilah cita yg harus terus di juangkan dgn cara kuasai jaringan produksi, distribusi dan pasar kita sendiri..

Demo?, cukuplah antum wahai adik-adik ku Mahasiswa.. Jangan diam.. Malulah pada rakyat.. Malulah kepada para founding father negeri ini, malulah pada generasi setelahmu..

DIAM MU ADALAH PENGKHIANATAN..!!!

***
Gambar adalah demontrasi oleh Mahasiswa Makassar 11/9/2018

Komentar
Loading...